Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih baik di waktu yang lebih baik pula.

Semua ini layaknya lingkaran setan yang menghantui benak. Tak tahu berawal dari mana dan akan berujung sampai mana. Yang jelas hal ini begitu menyiksa, menyayat, dan menjerat.

Bertolak dari titik awal, dan kini telah melampaui batas.

Setiap raut wajah yang dibuang. Setiap amarah yang ditahan. Setiap air mata yang beralasan. Setiap tawa yang dipaksakan. Setiap ucapan yang ditelan kembali sebelum mencapai lidah. Semua telah mencapai batas maksimum dan nyaris jatuh. Tumpah. Di saat yang tidak tepat, pula.

Segala yang telah disembunyikan, hampir tumpah begitu saja di depan semua orang. Pertahanan pun jebol. Tak dapat dibendung lagi. Diluarkan sedikit saja untuk memuaskan hati. Sebelum semuanya kembali diperbaiki dan ditahan seorang diri.

Tak ada yang sempurna. Begitupun aku dan semua orang lainnya. Inilah kekuranganku. Aku sendiri.

Advertisements