where your morning sky transform into beautiful scenes

Category Archives: Cerpen

By Shafira Bayugiri R.

Spanduk besar bertuliskan “Pesta Kelulusan”  terpasang di depan sebuah villa. Sore itu berangin sehingga aku harus memakai mantel dan syal. Sambil memegang dua map abu di tangan, aku melangkahkan kaki perlahan.

“Wah, bagus ya daun-daun kiaranya gugur. Padahal sebentar lagi kan musim hujan!” perempuan di sebelahku menarik tanganku dan menunjuk ke atas. Aku menengadah.

“Hm, iya bagus…” jawabku pendek. Aku kembali menunduk dan memandang dua map di tanganku. Ijazah kelulusan Ramdhan Agi. Aku menghela nafas panjang.

“Mia, ayo ikut ke dalam, kita nonton video kelas.” Ajak Alin, menarik tanganku.

Aku hanya tersenyum. “Tak usah, maaf ya Alin. Aku mau disini saja.” Aku menunduk memperlihatkan ijazah Agi.

“Ah… punya Agi, ya.” Sahut Alin.

“Iya,” jawabku. “Rasanya… aku masih belum percaya.”

Alin menatap mataku dalam-dalam. “Kalau begitu, aku tinggalkan kamu sendiri. Tak apa ya, Mia?” Alin menepuk pundakku dan tersenyum. Ia lalu pergi menyusul teman-teman yang lain. Aku tersenyum, hatiku terasa berat. Continue reading

Advertisements

Empat belas penulis, empat belas cerita cinta, dan empat belas akhir bahagia dalam satu buku.

Sebuah antologi terbaru dari Liby Publisher, dirilis tepat pada hari pertama bulan Oktober sebagai awal mula kisah-kisah cinta dari 14 penulis terbaik. Buku ini merupakan salah satu dari dua antologi yang diterbitkan Liby Publisher sebagai hasil dari lomba cerpen yang diadakan bulan lalu. Buku lainnya yang juga merupakan antologi kisah cinta yang ditulis oleh 14 penulis lainnya, berjudul Inspirasi Cinta.

Syal Milik Sagara – Shafira Bayugiri R.

How warm early autumn, how cold late autumn. Not much different from the warmth and coldness that you gave me.

And the scarf around my neck isn’t as warm as it is. But you are. Your warm gaze, your small touch that awakens my lips corner, forming a simple smile.

But when you’re away from me. Coldness crept into my mind, and I realized that my scarf was flying away with the autumn winds that blowing through my hand.

This time, I finally realized.

Ixora Hardiman, seorang siswa tahun akhir di sekolah menengah atas, hanya tinggal  menunggu detik-detik Ujian Kelulusan yang semakin dekat. Tekanan yang menderanya kian menjadi-jadi ketika Sagara Rizki, adik kelasnya, mengganggunya dengan ribuan kejahilannya. Akan tetapi, dibalik sikap Sagara yang kekanak-kanakan, ia menyimpan jutaan rasa sayang.

Ixora hanya bisa menyerah dan  bergantung dengan takdir. Namun takdir mempunyai sesuatu yang lebih baik dari apa yang Ixora harapkan. Lebih baik dan lebih hangat daripada syal milik Sagara…

Kisah cinta yang disajikan oleh empat belas penulis ini, akan terasa manisnya ketika kalian mulai membuka lembaran kisah pertama…

PESAN SEKARANG!

Kirim SMS dengan format: Nama _ Judul Buku yang Dipesan _ Alamat Lengkap
Kirim ke 0838-92100091 atau 0812-9958408

Harga Rp 50.000,-
Pesanan sistem POD. Setelah transfer, pesanan akan di proses 7-10 hari.

Buku lainnya: Inspirasi Cinta

WWW.PENERBIT-LIBY.TK


A Thousand Dream of Hallyu, kumpulan cerpen dari penulis-penulis berbakat Indonesia. Featuring Petra Shandi, specially brought to you by Wehzhu Publishing 🙂

A THOUSAND DREAMS of HALLYU
— Kumpulan Cerpen K-POP —
Penulis: Petra Shandi, Hylla Shane dkk.

Penerbit : Wehzhu Publishing
vi+265 halaman. Rp 50.000,-

Fantastic Mistery dalam A Thousand Dream of Hallyu menunjukkan cinta yang tak mengenal grafitasi. Pelangi kisah sedih dan bahagia menjadai penyegaran yang mewarnai setiap coretan kanvas imaji.
Ketika kau coba menyingkirkannya dengan menipu rasa sendiri, bumi seolah makam.

Sebelum debar menjalar pulangkan rasa pada pekat hatimu yang masih ungu.

Kelak bila waktu telah membuat peta untukmu. Kau tak akan bingung berpetualang.

Tapi pesanku simpan saja dulu. Sebab hatimu belum menyimpan sejarah atas luka dan bujuk rayu. Bila kota Verona setiap tahunnya menerima lebih dari 1000 pucuk surat untuk Juliet.

Dalam buku A Thousand Dream of Hallyu ini akan meninggalkan efek positif bagi sang pecinta.
(Hylla Shane Gerhana, Analyst Hongkong Unicef dan Cerpenis)

Para Penulis “A Thousand Dream of Hallyu”

Riskaninda Maharani, Revika Rachmaniar, Nita Nurul Ramadhita, Nenny Makmun, Esvandiari Sant, Shafira Bayugiri Ramadhiani, Aginta Friska Mahartika, Nur Laila Safitri, Nurul Inayah, Phalosa Aini, Dita Radiatis Sukma, Anung D’Lizta, Mariatul Kibtiah, Swandhana Al Ghazi, Nimas Masrullail, Renny Rusniawati, Wulan Murtiningtyas, Maria Ulfah, Eka Nur Susanti, Amiira Alva Salsabiella, Hylla Shane Gerhana, Kamiluddin Azis, Petra Shandi

Silakan sms 081914032201 atau email wehzhu@gmail.com untuk pemesanan

By Shafira Bayugiri R.

Aku termangu di depan jendela sambil melihat keluar. Seekor burung kecil sedang berkicau riang dan suasana di halaman bawah terlihat sepi. Musim semi, begitu indahnya meskipun aku tidak bisa menikmati sepenuhnya. Aku berjalan sepanjang koridor, kuseret roda infusku dengan tangan kiri sementara tangan kananku berpegangan pada sisi jendela. Sudah hampir dua bulan aku dirawat di Rumah Sakit karena penyakitku yang kambuh.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. “Hey, gelangmu jatuh.” katanya pelan.

Aku menoleh perlahan. Seorang laki-laki, sepertinya sebaya denganku, menyodorkan gelang pasien sambil tersenyum lebar. Aku balas tersenyum sambil menerima gelang tersebut. “Terima kasih.”

“Sama-sama,” katanya lagi. “Aku Miki.” Ia mengulurkan tangan kanannya. Tangan kirinya diperban dan di-gips.

“Aku Kian.”  Jawabku pendek sambil menyambut tangannya. Aku masih terlalu lelah untuk berbicara, Continue reading


By Shafira Bayugiri R.

“Kenapa, sih??? Gue kan waktu itu masih polos!” teriak Madhia keras kepada teman-temannya dan mengerutkan bibirnya. Rere dan Biru tertawa terbahak-bahak di sebelahnya. Baru saja Madhia menceritakan pengalaman hebohnya.

Rere memegang perutnya yang kesakitan karena banyak tertawa. “Habis wajah lo waktu cerita lucu banget, Dhi! Lo harus liat wajah lo sendiri deh!”

Madhia menaikkan sebelah alisnya. Gara-gara ceritanya, ia sampai membuat teman-temannya tak bisa berhenti tertawa. Cerita itu ia alami ketika ia masih menduduki bangku SMP…

***

Madhia dan Naya turun dari angkot dan segera menyebrangi jalan. Mereka masuk ke sebuah tempat bermain dengan semangat. Mereka telah menyelesaikan Ujian Nasional SMP dan sedang menunggu hasil Ujiannya keluar. Mereka memutuskan untuk bermain di Game Zone, salah satu tempat bermain di kota Bandung.

Madhia melepas kacamatanya. “Aku mau main basket, ah!” serunya sambil berlari ke tempat permainan basket, sementara Naya berlari ke tempat permainan lain. Madhia lalu memasukkan koin dan asyik tenggelam dalam permainan, tak sadar seseorang baru saja memperhatikan gerak-geriknya. Orang itu menghampiri Madhia dan Continue reading



%d bloggers like this: